Jumat, 15 November 2013

ekstrakulikuler PS SMAN 1 Jombang

(2012)
Ini nih padusnya SMANSA yg ikut lomba ke UNEJ :)
ya meskipun gak menang tpi kami dpt pengalaman yg specta sekali :)

Jumat, 08 November 2013

HOBBY SAYA

Salah satu hobi saya adalah membaca novel. Karena dengan membaca dapat menambah ilmu pengetahuan.  Walaupun novel yang saya miliki tidak terlalu banyak, tapi saya senang membaca novel.  Beberapa novel yang pernah saya baca yaitu :


Namun saya tidak bisa membaca secara langsung, harus terputus-putus, tapi saya tetap senang dengan hobi saya yang satu  ini. Biasanya saya membaca novel ketika liburan saja.  Saya juga senang membeli novel, tapi hanya beberapa.  Saya mencari yang harganya tidak terlalu mahal dan juga tidak terlalu tebal.  Karena kalau terlalu tebal butuh waktu yang lama untuk membacanya.
Mungkin ini saja yang bisa saya ceritakan tentang hobi saya.

Pelajaran Kelas XI Semester 1

SISTEM PEREDARAN DARAH VERTEBRATA (PISCES, AMPHIBI, REPTIL, AVES, DAN MAMALIA)
Sistem Sirkulasi pada Pisces
Sistem cardiovascular terdiri atas
a). Jantung
b). Arteri dan arteriolae
c)  Kapiler-kapiler
d) venulae dan venae
e) darah
Jantung atau cor terdapat di dalam cavum pericardii. Ia terdiri atas sinus venosus, atrium, ventriculus, dan bulbus arteriousus. Dinding sinus venosus, atrium, dan ventriculus ialah kontraktil, tetapi dinding bulbus arteriosus tidak. Bulbus arteriosus merupakan pangkal dari aorta ventralis (Radiopoetro, 1996:438).
Sistem peredaran darah pada ikan terdiri dari jantung beruang dua, yaitu sebuah bilik (ventrikel) dan sebuah seeambi (atrium). Jantung terletak di bawah faring di dalam rongga perikardium, yaitu bagian dari rongga tubuh yang terletak di anterior (muka). Selain itu, terdapat organ sinus venosus, yaitu struktur penghubung berupa rongga yang menerima darah dari vena dan terbuka di ruang depan jantung (Pratiwi, 2007:96).
Menurut (Pratiwi, 2007:96) darah ikan tampak pucat dan volumenya relatif sedikit jika dibandingkan dengan vertebrata darat. Plasma darah mengandung sel darah merah yang berinti dan sel darah putih dan lien (limpa) sebagai bagian dari sistem peredaran, terdapat di dekat lambung dan dilengkapi dengan pembuluh-pembuluh limpa.

Proses sirkulasi pada pisces
Pada proses peredaran darah, darah dari seluruh tubuh mengandung CO2 kembali ke jantung melalui vena dari berkumpul di sinus venosus, kemudian masuk ke serambi. Selanjutnya, darah dari serambi masuk ke bilik dan dipompa menuju insang melewati konus arterious, aorta ventralis, dan empat pasang arteri aferen brakialis. Pada arteri aferen brakialis, oksigen diikat oleh darah, selanjutnya menuju arteri aferen brakialis dan melalui aorta dorsalis darah diedarkan ke seluruh tubuh. Di jaringan tubuh darah mengikat CO2. Dengan adanya sistem vena, darah dikembalikan dari bagian kepala dan badan menuju jantung. Beberapa vena yang penting misalnya vena cardinalis anterior, dan vena cardinalis posterior (membawa darah dari tubuh melewati hati) dan vena porta renalis (membawa darah dari tubuh melewati ginjal). Peredaran darah pada ikan disebut peredaran darah tunggal karena darah hanya satu kali melewati jantung (Pratiwi, 2007:96).
Perhatikan bahwa pada ikan, darah harus mengalir melalui dua hamparan kapiler selama masing-masing sirkuit (perputaran), satu dalam insang dan yang kedua, yang disebut kapiler sistemik, dalam organ selain insang. Ketika darah mengalir melalui hamparan kapiler, tekanan darah, tekanan hidrostatik yang mendorong darah mengalir melalui pembuluhm menurun tajam. Dengan demikian darah yang kaya oksigen dari insang mengalir ke organ-organ lain dengan sangat lambat pada ikan, tetapi proses tersebut dibantu oleh pergerakan tubuh selama berenang (Campbell, 2000:45). 
Sistem sirkulasi pada Amphibi
Sistem peredaran darah katak terdiri dari jantung beruang tiga, arteri, vena, sinus, venosus, kelenjar limfa, dan cairan limfa. Darah katak tersusun dari plasma darah yang terang (cerah) dan berisi sel-sel darah (korpuskula) yakni sel-sel daran merah, sel-sel darah putih, dan keping sel darah
Menurut (Radiopoetro, 1996:485) Pengangkutan gas-gas pernapasan dan material-aterial lainnya dilaksanakan oleh sistem kardiovaskuler yang terdiri atas:

  1. Jantung
  2. Arteri
  3. Kapiler
  4. Vese
  5. Pembuluh-pembuluh limpa
  6. Cairan darah dan limpa
Menurut (Radiopoetro, 1996:485) Jantung merupakan bangunan musculer yang terbagi menjadi lima rongga. Ia terdapat di dalam suatu kantong yang berdinding rangkap. Dinding yang sebelah dalam melekat pada cor, disebut epicardium dan dinding yang paling luar disebut pericardium, di antara dinding itu terdapat rongga, cavum pericardii yang berisi cairan sedikit.
Jantung katak terdiri dari:
  1. Sebuah bilik yang berdinding tebal dan letaknya di sebelah posterior
  2. Dua buah serambi yakni serambi kanan (atrium dekster) dan serambi kiri (atrium sinister)
  3. Sinus venosus yang berbentuk segitiga dan terletak di sebelah dorsal dari jantung
  4. Trunkus arteriousus berupa pembuluh bulat yang keluar dari bagian dasar anterior bilik
Untuk mencegah berbaliknya aliran darah, di antara serambi dan bilik terdapat katup (valve) sedangkan antara serambi kanan dan kiri terdapat sekat (septum). Didalam trunkus arteriosus terdapat katup spiralis.
Proses sirkulasi pada Amphibi
Menurut (Campbell, 2000:45) Ventrikel akan memompakan darah ke dalam sebuah arteri bercabang yang mengarahkan darah melalui dua sirkuit: sirkuit pulmokutaneus dan sirkuit sistemik. Sirkuit pulmokutaneus mengarah ke jarigan pertukaran gas (dalam paru-paru dan kulit pada katak), dimana darah akan mengambil oksigen sembari mengalir melalui kapiler. Darah yang kaya oksigen kembali ke atrium kiri jantung, dan kemudian sebagian besar di antaranya dipompakan ke dalam sirkuit sistemik.
Sirkuit sistemik membawa darah yang kaya oksigen ke seluruh organ tubuh dan kemudian mengembalikan darah yang miskin oksigen ke atrium kanan melalui vena. Skema ini, yang disebut sirkulasi ganda,  menjamin aliran darah yang kuat ke otak, otot, dan organ-organ lain karena darah itu dipompa untuk kedua kalinya setelah kehilangan tekanannya dalam hamparan kapiler pada paru-paru dan kulit. Keadaan ini sangat berbeda dari sirkulasi tunggal dalam ikan, dimana darah mengalir secara langsung dari organ respirasi (insang) ke organ lain dengan tekanan yang semakin berkurang.
Pada katak dikenal adanya sistem porta yaitu suatu sistem yang dibentuk oleh pembuluh balik  (vena) saja. Vena mengumpulkan darah dari pembuluh kapiler dari suatu sistem porta yang terbagi menjadi anyaman-anyaman di dalam alat tubuh yang lain sebelum kembali ke jantung. Barulah kemudian masuk ke dalam vena yang menuju jantung. Sistem porta yang penting adalah sistem porta hepatika pada hati dan sistem porta renalis pada ginjal (Pratiwi, 2007:98).
Sistem sirkulasi pada Reptilia
Sistem peredaran darah pada reptilia lebih maju jika dibandingkan dengan sistem peredaran amfibi karena adanya pemisahan darah yang beroksigen dan tidak beroksigen dalam jantung.  Jantung reptilia terletak di rongga dada di bagian depan ventral.
Menurut (Radiopoetro, 1996:517) Jantung reptilia terdiri atas tiga ruang yaitu 2 atria dan 1 ventrikulus, kecuali pada crocodilia dan alligator. Tetapi ventrikulus cordis dari cor yang beruang tiga, sebenarnya terbagi dua oleh suatu septum yang disebut septum interventricularis yang membentang dari apex cordis sampai ke pusat cor, sehingga seolah-olah cor semua reptilia beruang empat. Perlu diketahui bahwa septum interventricularis tadi belum sempurna sehingga masih ada percampuran darah antara bagian dexter dan sinister.
Antara kedua antria dipisahkan oleh septum intertrialis yang sudah sempurna, sehingga tidak akan terjadi percampuran antara darah venosa dan darah arteriel.Conus arteriosus pada reptilia telah menjadi sebagian dari venticulus. Dari ventriculus ini akan keluar 3 pembuluh yang besar, yaitu aorta pulmonalis yang menuju ke pulmo, kemudian arcus aorta dekster dan arcus aorta sinister yang akan bercabang-cabang ke semua bagian tubuh. Arcus aorta sinister keluar dari ventrikel dekster sedang arcus aorta dekster keluar dari ventrikel sinister (Radiopoetro, 1996:517).
Pada crocodilia, arcus aorta dekster dan arcus aorta sinister berssilangan dan bersinggungan dimana tempat persinggungan ini akan berfusi sedemikian rupa sehingga timbul suatu lubang yang disebut foramen panizzae (Radiopoetro, 1996:517).
Pada crocodilia septum interventriculare sempurna, sehingga cor betul-betul beruang 4. Namum demikian percampuran darah masih terjadi karena adanya foramen panizzae, juga percampuran ini terjadi pada titik di mana arcus aorta dekster dan sinister bersatu untuk membentuk aorta dorsalis (Radiopoetro, 1996:517).
Menurut (Campbell, 2000:45) Reptilia mempunyai sirkulasi ganda yaitu sirkulasi sistemik dan sirkulasi pulmoner yang mengalirkan darah dari jantung ke jaringan pertukaran-gas dalam paru-paru dan kembali ke jantung. Pada satu ordo reptilia, crocodilia, ventrikel secara sempurna terbagi menjadi bilik kiri dan bilik kanan.
    Proses sirkulasi pada reptilia
Darah dari vena masuk ke jantung melalui sinus venosus menuju ke serambi kanan, kemudian bilik kanan. Darah yang berasal dari paru-paru, melalui arteria pulmonalis, masuk ke serambi kiri kemudian ke bilik kiri. Dari bilik kiri, darah dipompa keluar melalui sepasang arkus aortikus, Dua arkus aortikus ini lalu menghubungkan diri menjadi satu membentuk aorta dorsalis yang menyuplai darah ke alat-alat dalam, ekor, dan alat gerak belakang.
Dari seluruh jaringan tubuh, darah menuju ke vena, kemudian menuju sinus venosus dan kembali ke jantung.
Sistem sirkulasi pada Aves
Untuk  mempelajari peredaran darah pada aves, diambil contoh peredaran dari burung. Peredaran darah burung tersusun oleh jantung sebagai pusat peredaran darah, darah, dan pembuluh-pembuluh darah. Darah pada burung tersusun oleh eritrosit berbentuk oval dan berinti.
Jantung burung berbentuk kerucut dan terbungkus selaput perikardium. Jantung terdiri dari dua serambi yang berdinding tipis serta dua bilik yang berdinding lebih tebal.
Pembuluh-pembuluh darah dibedakan atas arteri dan vena. Arteri yang keluar dari bilik kiri dan tiga buah yaitu dua arteri anonim yang bercabang lagi menjadi arteri-arteri yang memberi darah ke bagian kepala, otot terbang, dan anggota depan, dan sebuah aorta merupakan sisa dari arkus aortikus yang menuju ke Kanan (arkus aortikus yang menuju ke kiri mereduksi). Pembuluh nadi ini kemudian meligkari bronkus sebelah kanan dan membelok ke arah ekor menjadi dorsalis (pembuluh nadi puggung). Pembuluh nadi yang keluar dari bilik kanan hanya satu, yakni arteri pulmonalis (pembuluh nadi paru-paru) yang kemudian bercabang menuju paru-paru kiri dan kanan.

Pembuluh balik (vena) dibedakan atas:

  1. Pembuluh balik tubuh bagian atas (vena kava superior).
Vena ini membawa darah dari kepala, anggota depan, dan anggota otot-otot pektoralis menuju jantung.
  1. Pembuluh balik tubuh bagian bawah (vena kava inferior): membawa darah dari bagian bawah tubuh ke jantung
  2. Pembuluh balik yang datang dari paru-paru (pulmo) kanan dan paru-paru kiri serta membawa darah menuju serambi kiri jantung.
Sistem sirkulasi pada mamalia
Menurut (Kimball, 1992:509) atrium kanan menerima darah miskin akan oksigen (darah deoksi) dari badan, dan ventrikel kanan memompa darah dengan kuat ke paru – paru untuk melepaskan karbon dioksida dan mengambil persediaan oksigen yang segar. Darah oksigen kemudian kembali ke atrium kiri, dan dipompa keluar dengan kuat kesemua organ – organ dan jaringan tubuh. Dengan pernyataan tersebut, maka mamalia termasuk golongan berdarah panas.
Menurut (Radiopoetra, 1996:580) jantung atau cor dibagi oleh dua septum atriorum dan septum ventriculorum. Antara atrium dan ventriculus terdapat valvula atrioventricularis yang menghindari mengalirnya darah dari ventriculus ke atrium.  Di dalam pangkal aorta terdapat valvulae semilunares.
Jantung terdapat di dalam suatu kandungan, yang dindingnya dibentuk oleh perikardum. Pada pangkal aorta dan arteri pulmonalis pada tempat masuknya vena cava dan vena pumonales, perikardium melipat menjadi epikardium yang melapisi dataran luar dinding jantung. Jantung terdapat diantara kedua pulmonales.
Proses sirkulasi pada mamalia
Ventrikel kanan memompa darah ke paru-paru melalui arteri pulmoner. Ketika darah mengalir melalui hamparan kapiler paru-paru kanan dan kiri, darah mengambil oksigen dan melepaskan karbondioksida. Darah yang kaya oksigen akan kembali dari paru-paru melalui vena pulmoner ke atrium kiri jantung. Kemudian, darah yang kaya oksigen mengalir ke dalam ventrikel kiri, ketika ventrikel tersebut membuka dan atrium berkontraksi. Selanjutnya, ventrikel kiri akan memompa darah yang kaya oksigen keluar ke jaringan tubuh melalui sirkuit sistemik. Darah meninggalkan ventrikel kiri melalui aorta, yang mengirimkan darah ke arteri yang menuju keseluruh tubuh. Cabang pertama dari aorta adalah arteri koroner, yang mengirimkan darah ke otot jantung itu sendiri. Kemudian ada juga cabang-cabang yang menuju ke hamparan kapiler di kepala dan lengan (atau tungkai depan). Aorta terus memanjang ke arah posterior, sambi mengalirkan darah yang kaya oksigen ke arteri yang menuju ke hamparan kapiler di organ abdomen dan kaki (tungkai belakang).
Di dalam masing organ tersebut, arteri akan bercabang menjadi artriola, yang selanjutnya akan bercabang menjadi kapiler, dimana darah melepaskan banyak oksigennya dan mengambil karbondioksida yang dihasilkan oleh respirasi seluler. Kapiler akan menyatu kembali membentuk venula, yang akan mengirimkan darah ke vena. Darah yang miskin oksigen dari kepala, leher, tungkai depan disalurkan ke dalam suatu vena besar yang disebut vena cava anterior (superior).  Vena besar lainnya yang disebut vena cava posterior (inferior) mengalirkan darah dari bagian tubuh utama dan tungkai belakang. Kedua cava itu mengosongkan darahnya ke dalam atrium kanan, sebelum kemudian darah yang miskin oksigen itu mengalir ke dalam ventrikel kanan (Campbell, 2000:46).
Referensi:
Campbell. 2000. Biologi Edisi Kelima Jilid Tiga. Jakarta: Erlangga.
Kimball, John. 1992. Biologi Edisi Kelima Jilid dua. Jakarta: Erlangga.
Pratiwi,dkk. 2007. Biologi Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga
Radiopoetro. 1996. Zoologi. Jakarta: Erlangga.

SISTEM SIRKULASI VERTEBRATA

Sistem sirkulasi pada vertebrata berupa sistem peredaran darah dan sistem limfatik. Namun, dalam bab ini kita hanya akan membahas sistem peredaran darah. Sistem sirkulasi pada vertebrata memerlukan alat-alat khusus, seperti jantung dan pembuluh darah. Alat-alat tersebut bekerja sama dalam suatu sistem, yaitu sistem peredaran darah. Sistem ini berfungsi dalam pengangkutan gas-gas pernapasan, zat-zat makanan sisa hasil metabolisme, hormon antibodi, dan materi lainnya ke seluruh tubuh. Sistem peredaran darah pada vertebrata berupa sistemperedaran darah tertutup. Sistem peredaran darah tertutup dikelompokkan menjadi sistem peredaran darah tunggal dan sistem peredaran darah ganda.

Sistem Peredaran Darah lkan

Sistem peredaran darah ikan berupa sistem peredaran darah tertutup dan peredaran darah tunggal. Pada sistem peredaran darah tunggal, darah melalui jantung hanya satu kali dalam satu kali peredaran. Jantung ikan terdiri dari dua ruangan, yaitu satu atrium (serambi) dan satu ventrikel (bilik). Di antara atrium dan ventrikel terdapat klep yang akan mengalirkan darah dari atrium ke ventrikel.

Perhatikan Gambar, Darah dari seluruh tubuh yang mengandung karbon dioksida mengalir ke sinus venosus, kemudian masuk ke atrium. Sinus venosus adalah ruang atau rongga jantung yang terletak di antara ventrikel dan atrium. Pada saat jantung mengendul, darah mengalir melalui klep, masuk ke dalam ventrikel. Dari ventrikel darah diteruskan ke konus arteriosus, kemudian menuju aorta ventralis dan dilanjutkan ke insang. Di insang, aorta bercabang-cabang menjadi kapiler (pembuluh-pembuluh kecil). Kapiler-kapiler insang melepaskan karbon dioksida dan mengambil oksigen dari air. Dari kapiler-kapiler insang, darah mengalir ke aorta dorsalis yang bercabang-bercabang. Dari cabang-cabang aorta dorsalis ini darah didistribusikan ke kapiler-kapiler di seluruh bagian tubuh untuk mengedarkan oksigen dan zat makanan ke sel-sel tubuh. Selain itu, darah juga mengambil karbon dioksida untuk dibawa kembali ke jantung melalui vena kava dan sinus venosus. Dari uraian di atas jelas bahwa pada sistem peredaran darah ikan darah hanya melalui jantung satu kali dalam satu kali peredarannya.

Sistem Peredaran Darah Katak

Sistem peredaran darah katak berupa sistem peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda. Pada sistem peredaran darah ganda, darah melalui jantung dua kali dalam satu kali peredaran.Pertama darah dari jantung menuju ke paru-paru kemudian kembali ke jantung. Kedua, darah dari seluruh tubuh menuju ke jantung dan diedarkan kembali ke seluruh tubuh. jantung katak terdiri dari tiga ruang, yaitu dua atrium (atrium kanan dan atrium kiri) dan sebuah ventrikel. Di antara atrium dan vertrikel terdapat klep yang mencegah agar darah di ventrikel tidak mengalir kembali ke atrium. Darah yang miskin oksigen dari berbagai jaringan dan organ-organ fubuh mengalir ke sinus venosus menuju atrium kanan. Darah dari atrium kanan mengalir ke ventrikel, kemudian menuju ke arteri pulmonalis dan masuk ke paru-paru. Di paru-paru, karbon dioksida dilepaskan dan oksigen diikat. Dari paru-paru darah mengalir ke vena pulmonalis, kemudian menuju atrium kiri. Peredaran darah yang terjadi ini merupakan peredaran darah kecil. Selanjutnya dari atrium kiri darah mengalir ke ventrikel. Di dalam ventrikel terjadi percampuran darah yang mengandung oksigen dengan darah yang mengandung karbon dioksida, meskipun dalam jumlah yang sedikit. Dari ventrikel, darah keluar fedimelalui traktus arteriosus (batang nadi) ke aorta yang bercabang ke kiri dan ke kanan. Masing-masing aorta ini bercabang-cabangm enjadi tiga arteri pokolg yaitu arteri anterior (karotis) mengalirkan darah ke kepala dan ke otak, lengkung aorta mengalirkan darah ke jaringan internal dan alat dalam tubufu dan arteri posterior mengalirkan darah ke kulit dan paru-paru 

Darah katak terdiri dari plasma darah dan sel-sel darah. Plasma darah mengandung air, protein darah, dan garam-garam mineral. Sel-sel darah terdiri dari eritrosit (sel darah merah) dan leukosit (sel darah putih). Eritrosit pada katak memiliki inti dan mengandung hemoglobin untuk mengikat oksigen. Leukosit pada katak juga memiliki inti. Selain memiliki sistem peredaran darah, katak juga memiliki sistem peredaran limfe. Sistem peredaran limfe berperan penting dalam pengambilan cairan tubuh ke dalam peredaran darah.

Sistem Peredaran Darah Reptil

Reptil memiliki suatu modifikasi jantung yang lebih maju dibandingkan dengan ikan dan katak. Jantung reptile terdiri dari empat ruang, yaitu atrium kiri dan atrium kanan serta ventrikel kiri dan ventrikel kanan. Atrium kiri dan kanan dipisahkan oleh sekat (septum) yang sempurna, disebut sekat atrium (sekat serambi). Sebaliknya antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan terdapat sekat tidak sempurna, disebut sekat ventrikel (sekat bilik). Sekat di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan yang tidaksempurna menyebabkan darah dari kedua ventrikel ini bercampur. Pada buaya, sekat ventrikelnya hamper sempurna, disebut foramen penizzae. Foramen panizzae berfungsi untuk mendistribusikan oksigen ke alat-a1at pencernaan serta menjaga keseimbangan tekanan cairan di dalam jantung saat buaya menyelam.

Darah dari seluruh tubuh yang mengandung karbon dioksida mengalir ke sinus venosus, kemudian masuk ke atrium kanan menuju ventrikel. Dari ventrikel, darah menuju arteri pulmonalis lalu masuk ke paru-paru. Di paru-paru terjadi pertukaran gas karbon dioksida dan oksigen. Selanjutnya, darah keluar dari paru-paru menuju atrium kiri melalui vena pulmonalis. Dari atrium kiri, darah memasuki ventrikel. Dari ventrikel terdapat dua aorta yang membelok ke kiri dan ke kanan.
Aorta kanan berasal dari ventrikel kiri dan berfungsi membawa darah ke kepala dan seluruh bagian depan tubuh. Aorta lain berasal dari tempat antara ventrikel kanan dan kiri, berfungsi membawa darah ke bagian belakang tubuh. Kedua aorta ini bercabang-cabang ke arteri-arteri yang menuju ke organ-organ tubuh. Lihat Gambar 5.9.
Sistem Peredaran Darah Burung

Pada burung, darah beredar melalui pembuluh darah dan dipompa oleh jantung. |antung burung berbentuk kerucut terbalik dan terbungkus oleh selaput jantung (perikardium). Jantung burung terbagi dalam empat ruang, yaitu atrium kanan, atrium kiri, ventrikel kanan dan ventrikel kiri. Atrium kiri dan atrium kanan dibatasi oleh sekat atrium. Demikian pula ventrikel kiri dan kanan dibatasi oleh sekat ventrikel.

Sistem peredaran darah burung berupa sistem peredaran darah ganda dan peredaran darah tertutup.Darah dari seluruh tubuh yang mengandung karbon dioksida mengalir ke ventrikel kanaru kemudian dipompa menuju ke paru-paru. Di paru-paru, karbon dioksida dilepaskan dan oksigen diikat. Darah yang mengandung oksigen ini masuk ke atrium kiri lalu menuju ventrikel kiri. Peredaran darah itu disebut peredaran darah kecil karena darah dari jantung ke paru-paru kemudian kembali lagi menuju jantung.

Dari ventrikel kiri, darah yang mengandung oksigen menuju ke sel-sel tubuh. Di sel-sel tubuh ini oksigendilepaskan dan karbon dioksida diikat. Darah yang mengandung karbon dioksida ini dibawa ke jantung, demikian seterusnya. Peredaran darah seperti ini disebut peredaran darah besar karena dari jantung darah dialirkan ke seluruh tubuh dan kembali ke jantung (Gambar 5.10).

SISTEM SIRKULASI INVERTEBRATA

Pada sebagian besar invertebrata, seluruh materi diedarkan melalui difusi dan aliran sitoplasma. Namun beberapa jenis invertebrata memiliki sistem sirkulasi yang khusus. Sistem tersebut berupa sistem gastrovaskuler pada cacing pipih dan sistem peredaran darah pada cacing tanah serta serangga

Sistem Sirkulasi Cacing

Pada cacing, dikenal dua sistem sirkulasi, yaitu sistem gastrovaskuler (contohnya pada Planaria) dan sistem peredaran darah (contohnya pada cacing tanah). Planaria yutrg merupakan contoh cacing pipih dapat hidup tanpa adanya sistem sirkulasi yang sejati (Gambar 5.11). Sistem sirkulasi pada Planaria dilakukan oleh sistem gastrovaskuler yang bercabang-cabang. Sistem gastrovaskuler adalah saluran pencernaan yangiuga berfungsi sebagai alat sirkulasi. Sistem gastrovaskuler yang bercabang-cabang membuat permukaan saluran pencernaan menjadi luas dan lebih efisien untuk menyerap dan mengedarkan zat makanan ke seluruh bagian tubuh.

Sistem peredaran darah pada cacing tanah merupakan contoh yang sangat menarik dalam menerangkan evolusi sistem sirkulasi pada invertebrata. Cacing tanah memiliki selom, yaitu rongga tubuh yang berisi cairan tempat organ tubuh berada. Di dalam selom terdapat alat peredaran darah, seperti pembuluh darah dan jantung (Gambar 5.12).

Pembuluh darah pada cacing tanah dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu pembuluh darah punggung, pembuluhdarah perut, dan pembuluh darah kapiler. Pembuluh darah punggung (pembuluh darah dorsal) berfungsi untuk mengangkut darah masuk ke dalam jantung. Pembuluh darah perut (pembuluh darah ventral) berfungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Pembuluh darah kapiler menghubungkan pembuluh darah punggung dengan pembuluh darah perut. Pembuluh darah kapiler terdiri dari lima pasang lengkung aorta yang berfungsi sebagai jantung.

Pada cacing tanah, darah dipompakan oleh jantung dan bergerak di dalam pembuluh darah. Dinding pembuluh darah cacing tanah memiliki struktur yang sangat tipis. Struktur tersebut membantu proses difusi zat-zat yang ada di dalam pembuluh darah dengan cairan ekstraseluler. Darah pada cacing tanah terdiri dari butir-butir darah dan plasma darah. Plasma darah mengandung hemoglobin yang terlarut di dalamnya. Fungsi hemoglobin pada cacing tanah untuk mengikat dan membawa oksigen. Apabila terjadi kekurangan oksigen di dalam daralu oksigen dapat diabsorpsi melalui kulit cacing tanah. Hal ini dimungkinkan karena cacing tanah memiliki kulit yang sangat tipis.

Zal makanan dari usus ditransportasikan ke seluruh tubuh secara bersamaan dengan distribusi darah di dalam pembuluh darah. Karena darah selalu beredar dalam pembuluh darah, maka sistem peredaran darah tersebut disebut sistem peredaran darah tertutup.
Sistem Sirkulasi Serangga

Sistem sirkulasi serangga berupa sistem peredaran darah terbuka. Artinya, darah beredar dalam tubuh serangga tanpa melalui pembuluh darah. Contoh serangga yang akan kita pelajari adalah belalang. Alat peredaran darah pada belalang terdiri dari jantung dan pembuluh darah (Gambar 5.13). jantung belalang berbentuk tabung panjang yang terdiri dari beberapa gelembung pembuluh darah dan terletak di daerah punggung di atas saluran pencernaan. Jantung ini disebut jantung pembuluh. Bagian depan pembuluh darah merupakan aorta yang bagian ujungnya terbuka. Jantung memompa darah melalui aorta ke jaringan-jaringan tubuh dan beredar bebas di dalam homosol (rongga tubuh) tanpa melalui pembuluh.

Homosol terdiri dari beberapa ruang atau rongga yang disebut sinus. Darah membawa sari-sari makanan ke sel-sel tubuh dan mengambil sisa metabolisme. Darah dari jaringan-jaringan tubuh masuk ke dalam jantung melalui lubang-lubang halus pada pembuluh. Dari jantung, darah dialirkan lagi ke jaringan-jaringan tubuh, demikian seterusnya proses ini berlangsung. Pada belalang, pertukaran oksigen dan karbon dioksida dilakukan dengan sistem trakea sehingga darah tidak berperan dalam proses ini. Dalam darah belalang tidak ada hemoglobin yang membawa oksigen. Jadi, sistem peredaran darah terbuka pada belalang hanya berfungsi untuk mengangkut zat makanan.

KEGIATAN TENGAH SEMESTER SMAN 1 JOMBANAG

KEGIATAN TENGAH SEMESTER SMAN 1 JOMBANG
Setelah Ujian Tengah Semester 1 yang berlangsung selama 8 hari usai. Tentunya para siswa merasa jenuh tidak melakukan kegiatan apapun karena tidak menerima pelajaran. Untuk mengisi kekosongan itu, OSIS dan MPK SMAN 1 Jombang mengadakan Kegiatan Tengah Semester 1 agar siswa-siswi tidak merasa bosan di sekolah.
Hari pertama KTS dibuka dengan sambutan dari kepala sekolah SMAN 1 Jombang. kegiatan ini diisi drngan berbagai lomba diantaranya :
1. Nyunggi Tempeh
 Foto ini juga mejadi juara 1 lomba fotografer diambil oleh Nadya Aisah Kurniasari

2. Foto Model ADIWIYATA
Lomba ini menggunakan baju dari daur ulang plastik


 3. Futsal
Lomba ini juga diikuti guru
 Dan masih banyak lomba lainya seperti
- fair of nail
- adzan
- tartil
- english debate
- english quize
- jumping boom
Hari terakhir KTS diadakan jalan sehat dan diadakan lomba kostum yang dikenakan sewaktu jalan sehat yang bertemakan ADIWIYATA


Jumat, 04 Oktober 2013

Taksi Jepang Siap Terapkan Sistem Teknologi Baru

TEKNOLOGI JEPANG
detail berita
(Foto: Mashable)
TOKYO – Selama ini Jepang dikenal sangat ketat dalam peningkatan keamanan di sektor jasa. Tak heran jika Negeri Sakura itu jauh dari keluhan seputar kehilangan dompet dan kalaupun dikembalikan maka semua uangnya ludes diambil oleh sang perampok.

Meski demikian, tetap saja masih ada orang-orang yang ceroboh lupa meninggalkan barang-barang berharganya seperti dompet ataupun ponsel pintarnya. Guna mengatasi ini, salah satu perusahaan taksi di Tokyo memutuskan untuk mengembangkan solusi teknologi.

Disitat dari Mashable, Rabu (11/9/2013), Kokusai Motorcars bekerja sama dengan konsultan teknologi lokal Ideacross mengembangkan sebuah sistem yang dapat memberitahu pengemudi ketika penumpangnya meninggalkan barang di kursi belakang.

Sistem teknologi itu terdiri dari empat kamera, di mana satu terletak di bawah kursi pengemudi, satu di bawah kursi penumpang depan, satu di atap dalam mobil, dan satu lagi di bagasi mobil. Cara kerja sistem ini dengan membandingkan gambar kondisi taksi sebelum dan sesudah penumpang naik taksi.

Jika sistem mendeteksi ada barang penumpang yang tertinggal, maka alarm yang terdapat pada armada taksi itu akan langsung berbunyi. Sehingga, memungkinkan penumpang untuk mengambil barangnya yang tertinggal sebelum mobil meluncur jauh.

Rencananya, perusahaan taksi akan menginstal sistem barunya itu di seluruh kendaraannya yang berjumlah 3.100 mobil dengan estimasi masing-masing biaya sekira USD500. (amr)
Browser anda tidak mendukung iFrame

By :
Free Blog Templates